Senin, 07 Agustus 2017

Belajar Matematika secara menyenangkan

Kamis, 4 Agustus 2017
Kelas XI Brunei Pukul 09.30 – 11.30
Hari kamis ini siswa belajar tentang penyajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran dan diagram batang. Sebelum masuk pada materi penyajian data mengulas terlebih dahulu materi sebelumnya yaitu mencari simpangan rata-rata, ragam dan simpangan baku. Alhamdulillah hari ini kamis tanggal 4 Agustus 2017 siswa dan siswi antusias dalam belajar sehingga materi yang sebelumnya dapat dikuasai oleh siswa.

( Siswa mencari data dan memastikan ukuran sepatu siswa kelas X Pakistan)



( Siswa bekerja sama memecahkan masalah dari data yang diperoleh)
( Jawaban kelompok Ilyas, Umar, Fida dan Nada)

Penyajian data dalam bentuk digram garis, diagram batang dan diagram lingkaran sebelumnya sudah dipelajari pada jenjang Sekolah Menengah Pertama namun ada beberapa siswa yang tidak ingat bagaimana cara membuat diagram lingkaran. Untuk dapat membuat diagram lingkaran terlebih dahulu mencari sudut-sudut yang dicari dalam soal. Pada dasarnya untuk mengingatkan kembali tentang materi tersebut guru memberikan contoh data dan mengulasnya kembali kepada siswa bagaimana cara mencari sudut yang ada pada digram lingkaran dan bagaimana cara menggambar pada diagram lingkaran, digram garis dan diagram batang. Setelah guru mengajarkan tentang diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran guru memberikan tugas kepada siswa secara berkelompok untuk mendata nomor sepatu siswa siswi Fajar Hidayah pada kelas X Singapore, X Pakistan, XI Malaysia dan  XI Brunei serta dari data tersebut mencari mean, median, modus, kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, ragam, diagram batang, digram garis, dan diagram lingkarannya.
Siswa cukup antusias dalam mengerjakannya. Satu persatu kelompok mewawancarai siswa dan siswa pada kelas X Singapore, X Pakistan, XI Malaysia dan  XI Brunei. Setelah beberapa menit data terkumpul dengan cepatnya, mereka langsung mengerjakan dan membagi pekerjaan bersama-bersama dalam satu kelompok. Alhamdulillah target agar siswa dapat mengerjakan dan memahami materi tentang penyajian data dan ukuran penyebaran data terpenuhi walaupun dari hasil siswa ada beberapa yang kurang tepat dalam menghitungnya. Dengan belajar dan mencari sendiri dari apa yang tersedia dilingkungan siswa berada siswa lebih antusias dalam belajar serta menjawabnya dibandingkan guru menyediakan data sendiri kemudian siswa menjawab dengan data yang guru kasih itu hasilnya dan semngatnya sangat berbeda.
Belajar mencari dan menemukan hasil sendiri lebih bermakna dan lebih menambah rasa keingintahuan siswa. Saling berkomunikasi dan bekerjasama dalam memecahkan masalah dan mencari data sangat dibutuhkan dalam menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh guru. Jawaban yang dihasilkan oleh siswa sangat bervariasi dalam mengerjakan masalah yang diajukan. Mereka menjawab dan menuliskan jawaban tersebut runtun sesuai dengan yang diajarkan oleh guru. Tetap semangat siswa siswi kelas XI Brunei.


Senin, 31 Juli 2017

Mengapa Pembelajaran Harus Aktif



Pembelajaran sudah dimulai dalam dua pekan ini, keberhasilan menyongsong tahun ajaran baru salah satunya sangat dipengaruhi oleh kesiapan kita dalam mendesain rencana  pembelajaran .  Menjadikan siswa sebagai subjek (baca: aktif) dalam proses KBM adalah penting untuk kita prioritaskan, karena dengan aktif dalam KBM mereka akan lebih memahami materi pelajaran, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Confucius, “ I do I remember”.  


Wujud profesionalitas kita dalam mendidik salah satunya adalah dengan berupaya menjadikan setiap pertemuan KBM sebagai waktu yang istimewa, sehingga  siswa menikmati pelajaran yang kita sampaikan, menggali semakin dalam keingintahuan, berkesempatan  mengeksplorasi segala misteri alam hingga mereka tersadar hakikat kehidupan dan perannya di muka bumi.


  Pembelajaran aktif dengan melibatkan panca indera dan memanfaatkan sumber belajar di lingkungan sekolah  disertai metode yang fun akan memotivasi minat belajar siswa. Dimulai dengan hal yang konkret dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari akan membuat pelajaran lebih bermakna.  Siswa SMA dalam teori perkembangan usia pendidikan yang dikemukakan oleh Piaget berada pada tahap operasional formal yaitu siswa sudah dapat berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola pikir kemungkinan. Namun visualisasi materi pelajaran khususnya sains, penulis amati hampir dibutuhkan sebagian besar siswa di kelas. Misalnya pembelajaran tentang sel pada pelajaran Biologi, akan lebih mudah bagi siswa untuk menangkap makna sel bila saya umpamakan dengan menunjuk batu bata pada dinding kelas. Batu bata adalah selnya sedangkan dinding adalah jaringannya. Dinding saling bertautan menyusun ruang. Ruang diibaratkan sebagai organ. Pemahaman konsep yang baik dan benar adalah pondasi awal sebuah ilmu. Dan hal ini menjadi titik acuan kita sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. 


Pembelajaran aktif  akan merangsang sel-sel neuron yang ada di otak juga aktif, sehingga siswa pun aktif terlibat dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir dan aktif bergerak sehingga baik bagi perkembagan fisik dan psikis mereka karena energi yang tersimpan tersalurkan.
Pembelajaran aktif semata-mata tidak hanya bermanfaat untuk siswa, namun juga untuk guru, sebagai upaya mengembangkan teaching skill yang berfungsi sebagai katalisator  proses  pemahaman suatu ilmu pengetahuan bagi siswanya.***

Senin, 05 Juni 2017

Bumiku Satu




Angin semilir  di sore hari menyapa wajah-wajah muda nan ceria, dinaungi oleh lebatnya dedaunan pohon nan rindang sambil diiringi kicauan burung pipit, mereka mengumpulkan daun-daun kering yang berguguran dari pohon mangga di halaman sekolah kami. “Daunnya dimasukkan ke sini ya Bu?”, tanya Adhit sambil menunjuk ke tong kosong yang setengahnya tertanam di dalam tanah. Adhit adalah siswa kelas 11 sekaligus ketua kelompok Green School. “Ya , isi juga komposter lainnya ya”, kataku. “Baik Bu..” jawab Adhit sambil bergegas memasukkan  daun kering bersama teman-temannya.  kegiatan hari ini adalah mencacah dan memasukkan daun kering ke dalam komposter untuk kemudian diproses menjadi kompos.
Hari  Kamis ini, seperti di pekan-pekan sebelumnya adalah agenda rutin kegiatan Green School di sekolah kami. Kelompok kecil  beranggotakan 30 siswa yang bertekad sebagai motor penggerak peduli lingkungan, mencoba mencari solusi atas segala tanya :
Ketika melihat sampah..”ahh sampah”…..apakah  hanya sekedar sampah, tak berguna, tak ada manfaat karena tak ada usaha tuk mengolahnya, padahal disaat yang sama kita kesusahan mencari tempat  penampungan sampah  dan tak ada yang kuasa membendung sampah setiap harinya.
Ketika sungai-sungai berubah warna dan ikan berenang di sungai hanya sekedar cerita kita di masa lalu. Kualitas lingkungan yang semakin menurun tersebab  oleh polusi, hujan asam, pestisida dan pembalakan liar hingga cadangan air bersih yang semakin berkurang. Adakah terbersit dalam pikiran kita  untuk sedikit peduli dan mencari solusi.. atau hanya menjadi informasi yang sejenak melintas, menguap, tak mampu terekam oleh memori kita dan tak mampu menggerakkan tangan kita.

Mengumpulkan daun kering,   memilah sampah, membuat lubang biopori adalah kegiatan sederhana yang membuat kita tetap membumi, berpijak di atas tanah, menyadarkan tentang hakikat kita sebagai pemelihara alam  dan kemana kita akan kembali.
Peduli bisa di mulai dari rumah dan  sekolah dengan hal yang sederhana, membawa bekal air minum dengan botol  guna mengurangi limbah botol air mineral, atau bersepeda ke sekolah bila jaraknya dekat untuk mengurangi polusi sekaligus berolah raga.
Dalam buku GreenDeen yang ditulis oleh seorang muslim Amerika - Ibrahim Abdul-Matin menyatakan  bahwa Islam adalah agama yang paling peduli terhadap keselamatan lingkungan,  kita disunahkan untuk mengambil makanan yang terdekat, secara tersirat mengandung pesan  janganlah kita terlalu tergantung dengan impor dari bangsa lain, selain mengusahakan agar mampu memenuhi kebutuhan bangsa sendiri, mengurangi impor juga bermakna turut serta dalam penyelamatan lingkungan. Kapal laut pengangkut komoditas adalah salah satu penyumbang polusi terbesar di muka bumi karena penggunaan bahan bakar  yang sangat boros.

Penghijauan sebagai sedekah oksigen bagi bumipun sangat dianjurkan dalam Islam. Rosulullah SAW bersabda : “ Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya” (H.R Bukhari). Bahkan begitu pentingnya menanam dalam Islam, dianjurkan  menanam bibit meskipun kiamat akan terjadi. “ Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma, maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat, maka hendaklah dia menanamnya” (HR. Imam Ahmad).    Begitu juga pesan tentang air, agar kita berhemat dalam berwudhu. Islampun memandang mulia perilaku hidup bersih, hingga kebersihan menjadi indikator bagi kesempurnaan iman seseorang.
Program Adiwiyata dari Kementrian Lingkungan Hidup yang diteruskan oleh Dinas Lingkungan Hidup di tingkat Kabupaten memberi secercah harapan tentang usaha penyelamatan dan kepedulian lingkungan oleh warga sekolah. Memandu sekolah melalui program yang  meliputi : kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, sarana prasarana serta kegiatan berbasis partisipatif . Verifikasi berkala sebagai motivasi bagi warga sekolah untuk senantiasa menjaga lingkungan. Kolaborasi sekolah, masyarakat dan didukung oleh pemerintah tentunya menjadi pilar pembangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sebagai khalifah kita mendapatkan amanah yang begitu mulia, menjaga bumi dan hidup selaras dengan alam agar tercipta keseimbangan.***

Senin, 08 Mei 2017

Ujian yang Sebenarnya


Selasa, 2 Mei 2017 Euforia kelulusan dirayakan oleh seluruh siswa SMA hingga ke pelosok negeri . Rasa bangga, haru, dan gembira lebur terekspresikan dengan sujud syukur. Guru dan orang tua pun turut bahagia.
Kelulusan ditentukan oleh sekolah,berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru dengan mengevaluasi   hasil  proses pembelajaran selama 3 tahun, sedangkan UN sebagai salah satu syarat siswa lulus dan oleh Kemdikbud dijadikan sebagai data pemetaan kemampuan siswa SMA di Indonesia.
Kelulusan SMA adalah bukti pencapaian target pembelajaran sekaligus tiket masuk ke gerbang perguruan tinggi. Tak heran bila kelulusan adalah adalah moment yang didamba oleh siswa dan orang tua.
Kelulusan adalah istimewa, saking istimewanya, banyak yang mempersiapkan agenda kegiatan di hari kelulusan. Seperti di sekolah kami, para orang tua membuat acara tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas lulusnya putra-putri tercinta. Ada juga yang mengungkapkan rasa syukurnya dengan membagikan nasi kotak ke orang-orang di jalan.


Namun betapa mirisnya bila tujuan utama sekolah hanya terpaku pada pengumuman kelulusan, kurang memaknai proses yang dijalani sehari-hari. Hingga  berlebihan dalam merespon kelulusan dengan berbagai perilaku negatif yang mengabaikan  norma seperti  mencoret-coret baju, kebut-kebutan hingga tawuran.
Bila ini yang terjadi betapa hakekat utama tujuan pendidikan terdangkalkan dari makna yang sesungguhnya.
Kelulusan adalah akibat dari rangkaian proses yang dijalani selama 3 tahun dan  menyadarkan kita bahwa sejatinya pencapaian tujuan pendidikan  ada di hari-hari ketika menjalani proses pembelajaran di sekolah. Mampu berkreasi meski dalam keterbatasan, mampu mengendalikan diri bila sedang emosi, mampu mencari solusi disaat kerumitan menghampiri, berpositif thinking disaat ujian terberat melanda, bertekad tuk terus mengupgrade skill  adalah contoh karakter yang mampu mengantarkan siswa kita menjadi pemenang dalam kehidupan.
Membentuk karakter siswa diibaratkan seperti menamam tanaman. Memastikan  tercukupi kebutuhan air dan nutrisinya setiap hari. Faktor yang mempengaruhi juga patut diperhatikan seperti cahaya, suhu dan kelembaban. Dan proses perawatan itu ditelateni hingga membuahkan hasil. Proses perawatan sehari-hari yang baik akan lebih berpeluang manghasilkan buah yang baik, dibandingkan bila perawatannya hanya di ujung waktu ketika mau berbuah.
Perlu dibangun kesamaan tujuan dan persepsi antara guru dan siswa. Bahwa hari-hari di sekolah sebagai usaha untuk untuk meningkatkan kapasitas bukan hanya otak tapi juga ruhiyahnya. Sehingga indikator keberhasilan pendidikan tidak terpaku pada keberhasilan di ranah akademis-kognitif namun juga keberhasilan di ranah kepribadian atau karakter.
Terbangunnya sikap yang baik memerlukan keteladanan guru secara konsinten dan berkesinambungan. Pendidikan, pengajaran,dan  keteladanan senantiasa berjalan beriringan. Mempersiapkan mental siswa agar lebih mampu memaknai bahwa proses pendidikan adalah bagian dari pembentukan diri untuk menuju pribadi insan kamil.
Mengawali hari dengan niat baik,  melakukan yang terbaik, mengharap ridha dan berkah Allah SWT semata tuk menunaikan amanah guna mencetak generasi penerus bangsa menjadi  para juara kehidupan adalah tugas mulia para guru saat ini. ***

Senin, 01 Mei 2017

Guru Harus Terus Belajar




Tujuan pendidikan di dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 adalah mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Suatu hal yang wajar bila guru menguasai materi pelajaran yang ada di dalam buku pelajaran. Dan itu memang salah satu kompetensi guru yang harus dipenuhi oleh seorang guru. Namun terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan wawasan sebagai ikhtiar memperluas spektrum kebermanfaaatan dalam dunia pendidikan adalah hal yang istimewa.

Salah satu momentum perayaan  hari Kartini dalam dunia pendidikan saat ini  adalah dengan menyadarkan diri kita sebagai seorang pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi kita.
Karena kita semua menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Seirama dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya proses pembelajaran baik dari sisi pengetahuan guru maupun metodologi mengajarnya pun harus dinamis dan progressif. Setiap harinya adalah evaluasi guna menghasilkan perbaikan di semua lini pembelajaran.

Sebagaimana tujuan pendidikan seorang guru harus mampu membangun karakter siswa, hingga kokoh dalam iman dan luas dalam pengetahuan. 
Disela-sela kesibukan kita sebagai seorang guru, kita harus memaksa diri untuk mampu merancang  strategi dan  mengelola waktu kita  untuk me recharge pengetahuan kita.

Berikut tiga hal sederhana untuk meningkatkan kompetensi kita sebagai guru :
Pertama : Training,  melalui training khususnya tentang kependidikan menambah dapat wawasan baru atau setidaknya kembali merefresh wawasan kita. Dalam training selain kita bisa saling berdiskusi dengan peserta lainnya, semangat untuk saling menumbuhkan motivasi dan bertukar ide melalui tatap muka langsung adalah hal berharga yang semakin jarang kita dapatkan saat ini. Karena komunikasi langsung dan  nyata telah termayakan oleh gadget.
Contohnya di Fajar Hidayah, setiap guru baru wajib mengikuti Basic Training,  sebagai bekal bagi sang guru untuk terjun di kelas. Materi yang diberikan tentang Character Building,  manajemen kelas, Self Esteem,  ilmu dasar yang bersifat universal seperti Sains, Bahasa, Math dan juga keislaman. 



Guru senior menjadi  trainer yang mengisi training sekaligus mendampingi guru yunior dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

Kedua : Menulis , sudah saatnya guru berbagi pengalaman melalui tulisan. Selain memberikan manfaat bagi yang membacanya, menulis memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, karena dengan menulis maka kapasitas seorang guru dapat terupgrade. Guru yang rajin menulis otomatis akan rajin membaca dan tentunya akan berimplikasi pada bertambahnya wawasan dan pengetahuannya.
Agar senantiasa termotivasi untuk menulis, kita dapat bergabung dengan komunitas guru penulis, misalnya Agupena (Asosiasi Guru Penulis Nasional). 

Ketiga : Jalan-jalan, ternyata jalan-jalan mampu memberikan manfaat ganda bagi guru. Selain sebagai sarana refreshing menghilangkan kepenatan dalam menjalankan rutinitas, jalan-jalan berpeluang menghadirkan hal baru sebagai tambahan ide bagi guru untuk lebih kreatif. Misalnya menghadiri suatu pameran.
Beberapa saat yang lalu kebetulan penulis berkesempatan menghadiri pameran tentang agriculture di JCC Senayan, Jakarta. Begitu banyak ilmu mengenai cara budidaya tanaman sayuran dan buah-buahan secara modern. Bagi penulis ini adalah hal yang istimewa, karena selaras dengan mata pelajaran yang penulis ampu di sekolah, yaitu Biologi. Siswa pun mendapatkan ilmu baru sebagai aplikasi dari yang penulis dapatkan.


Guru mendidik dan belajar sepanjang hayat...****

Pembelajaran Berbasis Karakter





Selasa pagi ini seperti biasa aku berkumpul bersama 8 muridku untuk tilawah, dzikir Al Matsurat dan sholat Dhuha. Di koridor lantai 4 gedung Umar Sekolah Fajar Hidayah mulai pukul 07.00-08.00 adalah agenda rutin kami 3 kali sepekan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Seluruh siswa dalam kelompok-kelompok kecil (halaqah) bersama satu guru pendamping.

Bagi siswa yang sudah baik tilawahnya dipromosikan oleh guru pendampingnya untuk bergabung ke dalam kelompok tahfidz khusus.  kelompok tahfidz khusus dibimbing oleh guru yang sudah hafidz 30 juz.

Saya ingin mengupas sisi pengembangan karakter yang didapat dari  kegiatan pagi (baca: tilawah, dhuha dan almatsurat) di sekolah kami. Khususnya dalam hal memaksimalkan pengembangan soft skill siswa. 

Disiplin
Setiap harinya siswa dan guru memulai tilawah pukul 07.00 pagi, diawali dengan membaca dzikir al matsurat secara bersama-sama. Setelah dzikir selesai dilanjutkan dengan tilawah. Satu persatu guru menyimak bacaan siswa sambil memberikan koreksi bacaan, baik hukum tajwidnya dan juga tahsinnya. Dan akan terus diulang hingga siswa membaca dengan benar. Disiplin dalam panjang-pendek serta pengucapan makharijul  huruf yang tepat harus dijaga selama tilawah. Di saat seorang siswa sedang tilawah maka siswa lainnya melaksanakan shalat dhuha. Khusus kelompok saya - setiap siswa tilawah minimal satu halaman al quran, dengan jumlah  8 siswa, kegiatan selesai tepat pukul 08.00. Guru pendamping mencatat nama surat dan batasan ayat yang dibaca setiap harinya dalam lembar pemantauan tilawah harian. 

Percaya diri
Melakukan kesalahan dalam proses adalah hal yang wajar. Disitulah siswa belajar dan menyadari makna ikhtiar, berusaha untuk terus mencoba hingga lancar tilawah sebagai upaya membangun kepercayaan diri siswa. 

Sabar
Untuk dapat tilawah dengan lancar siswa harus sabar dalam melatih dirinya agar terus meningkat kualitas bacaannya dan tentunya hal itu membutuhkan ketekunan dan komitmen yang kuat dari dalam diri. Dan motivasi yang terlahir dari dalam diri ( intrinsik) disinyalir lebih efektif dibandingkan dengan motivasi karena pengaruh luar (ektrinsik).

Tanggung jawab
Dalam kegiatan pagi, setiap siswa hendaknya menunaikan tiga hal ( dzikir almatsurat, tilawah dan shalat dhuha). Dan akan menjadi bagian evaluasi penilaian yang diintegrasikan dalam penilaian Pelajaran Agama Islam ( PAI) di akhir semester. Melalui pembiasaan untuk menunaikan kewajiban setiap harinya diharapkan  tumbuh menjadi karakter tanggung jawab dalam diri siswa. 

Kerja keras
Setiap siswa berkesempatan untuk naik ke jenjang tahfidz khusus, dengan syarat kualitas tilawahnya sudah baik. Pencapaian ini  menjadi reward bagi mereka. Tergabung ke dalam tahfidz khusus dinilai sebagai hal yang membanggakan oleh siswa. Dan mereka menyadari betul  untuk tergabung ke dalam kelompok tahfidz khusus harus ada usaha lebih yang dilakukan.


Kualitas pendidikan adalah tiang penyangga kemajuan suatu bangsa. Salah satu indikator keberhasilan pendidikan adalah mampu melahirkan generasi yang berkarakter.  Baik buruknya  (baca : kualitas pendidikan) ditentukan oleh proses yang dilakukan di sekolah. Orientasi proses pendidikan yang mengarah pada pengembangan karakter siswa seyogyanya menjadi target di setiap pembelajaran. Karena memang peran utama seorang guru adalah mendidik, bukan mengajar. 

Sekolah sabagai inkubator yang mampu menumbuhkan jiwa patriotisme generasi harapan bangsa  akan lebih mudah terealisasi bila prinsip progesivitas dalam Islam dimaknai dengan benar. Sabagaimana Allah telah berfirman dalam surat Al Ashr ayat 1-3 : " Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran. Dan nasihat menasihati supaya menetapi kebenaran". 
****

Senin, 17 April 2017

EduFair Sebagai Ajang Silaturahmi Antar Sekolah dan Perguruan Tinggi





Pemilihan perguruan tinggi (PT) sebagai kelanjutan pendidikan setelah SMA adalah agenda utama siswa SMA utamanya bagi siswa kelas 12 saat ini.
Dalam menentukan jurusan di PT tentunya banyak pertimbangan yang dilakukan oleh siswa, baik  bakat, kemampuan, peluang juga biaya.
Kualitas PT adalah alasan utama siswa untuk menentukan pilihannya.
Tingkat kompetisi dirasa semakin ketat untuk dapat tembus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) saat ini.
Khususnya melalui jalur undangan berdasarkan prestasi atau biasa disebut jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Dua kebijakan baru yang diberlakukan oleh panitia SNMPTN  tahun ini adalah :
Pertama, sekolah dengan status akreditasi A mendapatkan kesempatan untuk mendaftarkan 50% peringkat terbaik siswanya,  berkurang 25 % dari  tahun sebelumnya.
Kedua,    pemeringkatan sepenuhnya dilakukan oleh sistem melalui data rapot yang telah di up load sekolah melalui PDSS (Pangkalan Data Siswa dan Sekolah).
Bagi siswa yang belum mendapatkan kuota pendaftaran SNMPTN atau belum lolos jalur SNMPTN tidak perlu berkecil hati. Mereka dapat mendaftar melalui jalur ujian tulis SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Yang jadwal pelaksanaannya setelah pengumuman  SNMPTN.
Untuk dapat lolos SBMPTN memang diperlukan persiapan khusus, karena tingkat kesulitan soal yang lumayan tinggi di jalur tes tulis ini.


Selain SNMPTN dan SBMPTN, masing-masing PTN juga memiliki jalur khas tersendiri. Misalnya di IPB ada UTM ( Uji Talenta Masuk), PIN ( Prestasi Internasional dan Nasional) dan BUD ( Beasiswa Utusan Daerah) . Atau di UI ada PPKB ( Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar) dan SIMAK UI (Seleksi Masuk UI).
PTN memang acuan utama para siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan setelah SMA, namun bagi yang belum berkesempatan mendapatkan PTN tak perlu berputus asa. Masih ada alternatif untuk memilih PTS sesuai dengan minat, bakat serta biaya yang dimiliki.
Untuk membantu memberikan informasi PT baik negeri dan swasta, SMA Fajar Hidayah bersama LP2K (Lembaga Pendampingan Penjurusan dan Karir) mengadakan EduFair pada 4 April 2017 di gedung Fajar Hidayah Kota Wisata. Acara ini dihadiri oleh siswa SMA sekitar kecamatan Gunung Puteri dan 20 universitas baik negeri maupun swasta.
Siswa  antusias mengikuti rangkaian acara, yang terbagi dalam beberapa sesi. Pada sesi presentasi masing-masing universitas memaparkan profile beserta program unggulan universitasnya.
Di stand pameran siswa juga dapat menggali lebih dalam tentang program studi yang tersedia di masing-masing PT  bahkan yang menarik bagi pengunjung adalah hampir semua PT memberikan tawaran beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
Siswa juga dapat berkonsultasi mengenai peluang kuliah di luar negeri beserta gambaran aktivitas harian para mahasiswa Indonesia untuk survive di luar negeri.
Melalui even ini sekolah juga mendapatkan informasi tentang kemungkinan  kerjasama dengan PT dalam hal peningkatan mutu serta variasi kegiatan pembelajaran, yaitu salah satunya dengan kunjungan kampus. Melalui kegiatan ini  kampus bersedia  memberikan  workshop singkat mengenai  satu tema pembelajaran dengan nara sumber yang kompeten di bidangnya. Hal ini tentunya akan memberikan atmosfer pembelajaran yang berbeda sekaligus sebagai sarana refreshing bagi para siswa.

Kolaborasi yang baik antar sekolah dengan universitas niscaya memberikan energi positif mendorong kemajuan pendidikan bangsa kita.**** FSH