Senin, 21 Agustus 2017

Senin, 14 Agustus 2017

PERKEMBANGAN ANAK

Traning sabtu ini masih tentang child development. Ketrampilan sosial emosi meliputi ketrampilan social yang  harus dilatih yaitu mengenai kemampuan untuk dapat bertemu, berkomunikasi, dan bersama dengan orang lain, berbagi, mengantri, mengikuti aturan, cara makan yang baik serta memahami nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat. Perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh tempramen yang dibawa sejak lahir, lingkungan sekitar dan kesehatan. Anak dapat mengenal dan mengontrol perasaannya yaitu perasaan sedih, takut, senang, marah, gembira dll.

Pola perkembangan sosial anak dari bayi lahir sampai umur 6 bulan mulai berinteraksi dengan orang lain, bayi umur 9 bulan mulai belajar dan mengenali keluarganya, serta anak umur 1 sampai 7 tahun mulai belajar bekerjasama secara berkelompok. Ada beberapa norma dalam masyarakat yaitu norma agama, negara, sosial dan adat. Norma agama mengenai keyakinan pada nilai-nilai moral, pembiasaan kegiatan keagamaan yyang dilakukan pada lingkungan sekitar. Agam yang diyakini harus jelas. Norma agama mengenai aturan-aturan yang dibuat oleh Negara yang harus diketahui oleh anak, tetapi tidak mengenai pasal-pasal akan tetapi hukuman dan turan dalam masyarakat yang harus diataati.
Norma social mengenai kehidupan bermasyarakat. Saling bekerja sama dan gotong royong dalam bermasyarakat serta bagaimana bersosialisasi. Norma adat mengenai adat dan kebiasaan. Setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk berkembang. Pada aspek perkembangan intelektual anak yaitu proses mental untuk mengingat, menerima dan percaya. Perkembangan intelektual dapat berkembang optimal apabila orang tua memahami bagaimana cara anak belajar.



Ada beberapa teori dalam perkembangan anak yaitu teori perkembangan intelektual yang disampaikan oleh Piaget, teori Socialcultural yang di sampaikan oleh Vygotski, teori Maturational yang disampaikan oleh Arnold Gesell, Teori Brain Reseach, teori Psychonalytic, dan Teori phychosocial yang disampaiakan oleh Erik Erikson.
Teori perkembangan intelektual yang disampaikan oleh Piaget berisi tentang pada perkembangan anak 0 sampai 2 tahun anak dapat bereksplorasi dengan anggota badannya dan panca indranya. Anak dapat memahami objek permanen. Pada tahap ini disebut dengan tahap sensorimotor. Pada tahap preoperasional yaitu 2 sampai 7 tahun anak mulia memiliki kemampuan mental, dapat berimaginasi serta kemampuan bahasanya berkembang cepat. Pada tahap kongkret operasional yaitu anak usia 7 sampai 11 tahun memiliki kemampuan berpikir logic dengan media konkret. Yang terakhir tahap formal operasional yaitu anak umur 11 tahun keatas sudah memulai berpikir abstrak.
Teori Socialcultural yang di sampaikan oleh Vygotski berisi tentang interaksi social dan nilai yang berlaku dimasyarakat. Kemampuan anak dapat lebih meningkat ( zone of proximal development). Teori Maturational yang disampaikan oleh Arnold Gesell berisi tentang perkembangan kemampuan anak sesuai jadwal yang ada dalam dirinya. Kemampuan tersebut berkembangan sesuai dengan kesiapan diri anak tersebut. Teori Brain Reseach mengenai tentang perkembangan manusia dipengaruhi oleh kondisi biologi tubuh dan lingkungannya.
Teori Psychonalytic menganai tentang beberapa tahapan anak mulai dari tahap oral yaitu dari lahir sampai umur 1 tahun, tahap anak dari umur 1 smpai 3 tahun, tahap phallic umur 3 sampai 6 tahun, tahap latency pada umur 6 sampai 11 tahun serta tahap crenital anak sudah mulai dewasa. Pada Teori phychosocial yang disampaiakan oleh Erik Erikson mengenai bagaimana lingkungan social mempengaruhi EGO.

Setiap anak memiliki karakter ingin tahu dan imajinasi. Dengan belajar aktif sifat ingin tahun dan imajinasi anak akan  berkembang kearah sikap kritis dan perilaku kreatif. Seorang anak akan lebih mudah menerima pendidikan jika disampaikan dengan cara menyenangkan sesuai dengan karakternya. Dalam perspektif islam perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan dimana dia tinggal. Pentingnya lingkungan dalam perkembangan kognitif terlihat dari banyak Al Qur’an yang menyuruh manusia untuk belajar di alam semesta yaitu diantara surat Al Baqarah 164 dan Ar Rum 8. Perkembangan kognitif seseorang merupakan sesuatu yang tidak dapat dilepas dari factor social dan budaya setempat.
By  : Eve Nelindhy, M. Pd

Sabtu, 12 Agustus 2017

Manfaat belajar dari berbagai sumber ilmu untuk siswa

Hari selasa tanggal 1 Agustus pukul 14.20-15.40 kelas XI Malaysia belajar tentang Provinsi Jawa Barat dan Bogor. Sebelum mulai belajar pada minggu sebelumnya siswa diberikan tugas oleh guru untuk mencari informasi dari berbagai sumber dapat dari elektronik, internet, buku atau apapun tentang Provinsi Jawa Barat dan Bogor yang dibagi oleh guru dalam beberapa kelompok. Hasil dari tugas tersebut dapat berupa power point, atau berupa gambar sesuai dengan kehendak siswa dan tupoksi yang diberikan oleh guru.
Pembelajaran dimulai dengan menanyakan mengabsen siswa, menanyakan materi yang sebelumnya diajarkan setelah itu langsung kepada inti pembelajaran yaitu diskusi dengan presentasi beberapa kelompok yang sebelumnya sudah dibagikan oleh guru. Alhamdulillah tanpa ditunjuk kelompok Syika dan Gibran maju untuk pertama kalinya. Dengan dibekali power poimt yang mereka buat mereka menerangkan tentang Provinsi Jawa Barat. Power point yang dibuat cukup menarik. Mereka mencari bahan dari buku dan internet. Mereka sangat kooperatif dalam menyampaikan ulasan mengenai Provinsi Jawa Barat. Siswa dan siswi lainnya mendengarkan ulasan dari kelompok Syika dan Gibran.




( Syika dan Gibran presentasi tentang Provinsi Jawa Barat)
Presentasi berjalan dengan baik dan ada bebarapa siswa bertanya mengenai Provinsi Jawa Barat yaitu tentang jumlah penduduk pada tahun 2017 serta mata pencaharian mayoritas penduduk Jawa Barat. Presentasi berjalan dengan lancar. Siswa dapat melihat dan mengerti tentang Jawa Barat dengan gambar-gambar dan ulasan materi yang ditampilkan oleh Syika dan Gibran.
Belajar tidak hanya dari guru saja yang menyampaikan. Belajar mencari sendiri, mendesain sendiri, menuliskan sendiri pada power point sangat membantu siswa memahami dan mempelajari materi yang akan disampaikan oleh guru. Belajar dari berbagai sumber akan membantu siswa menjadi lebih berada, berada dalam arti dapat bermanfaat sebagai sumber belajar siswa lain, dapat juga menjadi pemicu semangat untuk berkreasi melalui alat elektronika yaitu laptob ataupun komputer.
Belajar mencari sendiri sendiri menjadikan lebih memahami ilmu pengetahuan, lebih menghargai buku sebagai sumber ilmu, lebih interaktif dan komunikatif dalam menyajikan ulasan materi dan menjelaskannya didepan siswa-siswi lainnya. Semoga dengan diadakannya pencarian sendiri oleh siswa melalui berbagai sumber dapat menjadikan siswa lebih antusias untuk mencari sumber ilmu lainnya.

( Diki dan Dewa kelas XI Malaysia presentasi tentang Jawa Barat)


(Sidki dan Azka Kelas XI Brunei Menyampaikan materi tentang Kota Bogor dengan memanfaatkan internet sebagai sumber belajar)
( Liza, Milkha dan Daffa kelas XI Brunei menyampaikan materi tentang Kabupaten Bogor melalui power point)

Senin, 07 Agustus 2017

Belajar Matematika secara menyenangkan

Kamis, 4 Agustus 2017
Kelas XI Brunei Pukul 09.30 – 11.30
Hari kamis ini siswa belajar tentang penyajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran dan diagram batang. Sebelum masuk pada materi penyajian data mengulas terlebih dahulu materi sebelumnya yaitu mencari simpangan rata-rata, ragam dan simpangan baku. Alhamdulillah hari ini kamis tanggal 4 Agustus 2017 siswa dan siswi antusias dalam belajar sehingga materi yang sebelumnya dapat dikuasai oleh siswa.

( Siswa mencari data dan memastikan ukuran sepatu siswa kelas X Pakistan)



( Siswa bekerja sama memecahkan masalah dari data yang diperoleh)
( Jawaban kelompok Ilyas, Umar, Fida dan Nada)

Penyajian data dalam bentuk digram garis, diagram batang dan diagram lingkaran sebelumnya sudah dipelajari pada jenjang Sekolah Menengah Pertama namun ada beberapa siswa yang tidak ingat bagaimana cara membuat diagram lingkaran. Untuk dapat membuat diagram lingkaran terlebih dahulu mencari sudut-sudut yang dicari dalam soal. Pada dasarnya untuk mengingatkan kembali tentang materi tersebut guru memberikan contoh data dan mengulasnya kembali kepada siswa bagaimana cara mencari sudut yang ada pada digram lingkaran dan bagaimana cara menggambar pada diagram lingkaran, digram garis dan diagram batang. Setelah guru mengajarkan tentang diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran guru memberikan tugas kepada siswa secara berkelompok untuk mendata nomor sepatu siswa siswi Fajar Hidayah pada kelas X Singapore, X Pakistan, XI Malaysia dan  XI Brunei serta dari data tersebut mencari mean, median, modus, kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, ragam, diagram batang, digram garis, dan diagram lingkarannya.
Siswa cukup antusias dalam mengerjakannya. Satu persatu kelompok mewawancarai siswa dan siswa pada kelas X Singapore, X Pakistan, XI Malaysia dan  XI Brunei. Setelah beberapa menit data terkumpul dengan cepatnya, mereka langsung mengerjakan dan membagi pekerjaan bersama-bersama dalam satu kelompok. Alhamdulillah target agar siswa dapat mengerjakan dan memahami materi tentang penyajian data dan ukuran penyebaran data terpenuhi walaupun dari hasil siswa ada beberapa yang kurang tepat dalam menghitungnya. Dengan belajar dan mencari sendiri dari apa yang tersedia dilingkungan siswa berada siswa lebih antusias dalam belajar serta menjawabnya dibandingkan guru menyediakan data sendiri kemudian siswa menjawab dengan data yang guru kasih itu hasilnya dan semngatnya sangat berbeda.
Belajar mencari dan menemukan hasil sendiri lebih bermakna dan lebih menambah rasa keingintahuan siswa. Saling berkomunikasi dan bekerjasama dalam memecahkan masalah dan mencari data sangat dibutuhkan dalam menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh guru. Jawaban yang dihasilkan oleh siswa sangat bervariasi dalam mengerjakan masalah yang diajukan. Mereka menjawab dan menuliskan jawaban tersebut runtun sesuai dengan yang diajarkan oleh guru. Tetap semangat siswa siswi kelas XI Brunei.


Senin, 31 Juli 2017

Mengapa Pembelajaran Harus Aktif



Pembelajaran sudah dimulai dalam dua pekan ini, keberhasilan menyongsong tahun ajaran baru salah satunya sangat dipengaruhi oleh kesiapan kita dalam mendesain rencana  pembelajaran .  Menjadikan siswa sebagai subjek (baca: aktif) dalam proses KBM adalah penting untuk kita prioritaskan, karena dengan aktif dalam KBM mereka akan lebih memahami materi pelajaran, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Confucius, “ I do I remember”.  


Wujud profesionalitas kita dalam mendidik salah satunya adalah dengan berupaya menjadikan setiap pertemuan KBM sebagai waktu yang istimewa, sehingga  siswa menikmati pelajaran yang kita sampaikan, menggali semakin dalam keingintahuan, berkesempatan  mengeksplorasi segala misteri alam hingga mereka tersadar hakikat kehidupan dan perannya di muka bumi.


  Pembelajaran aktif dengan melibatkan panca indera dan memanfaatkan sumber belajar di lingkungan sekolah  disertai metode yang fun akan memotivasi minat belajar siswa. Dimulai dengan hal yang konkret dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari akan membuat pelajaran lebih bermakna.  Siswa SMA dalam teori perkembangan usia pendidikan yang dikemukakan oleh Piaget berada pada tahap operasional formal yaitu siswa sudah dapat berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola pikir kemungkinan. Namun visualisasi materi pelajaran khususnya sains, penulis amati hampir dibutuhkan sebagian besar siswa di kelas. Misalnya pembelajaran tentang sel pada pelajaran Biologi, akan lebih mudah bagi siswa untuk menangkap makna sel bila saya umpamakan dengan menunjuk batu bata pada dinding kelas. Batu bata adalah selnya sedangkan dinding adalah jaringannya. Dinding saling bertautan menyusun ruang. Ruang diibaratkan sebagai organ. Pemahaman konsep yang baik dan benar adalah pondasi awal sebuah ilmu. Dan hal ini menjadi titik acuan kita sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. 


Pembelajaran aktif  akan merangsang sel-sel neuron yang ada di otak juga aktif, sehingga siswa pun aktif terlibat dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir dan aktif bergerak sehingga baik bagi perkembagan fisik dan psikis mereka karena energi yang tersimpan tersalurkan.
Pembelajaran aktif semata-mata tidak hanya bermanfaat untuk siswa, namun juga untuk guru, sebagai upaya mengembangkan teaching skill yang berfungsi sebagai katalisator  proses  pemahaman suatu ilmu pengetahuan bagi siswanya.***

Senin, 05 Juni 2017

Bumiku Satu




Angin semilir  di sore hari menyapa wajah-wajah muda nan ceria, dinaungi oleh lebatnya dedaunan pohon nan rindang sambil diiringi kicauan burung pipit, mereka mengumpulkan daun-daun kering yang berguguran dari pohon mangga di halaman sekolah kami. “Daunnya dimasukkan ke sini ya Bu?”, tanya Adhit sambil menunjuk ke tong kosong yang setengahnya tertanam di dalam tanah. Adhit adalah siswa kelas 11 sekaligus ketua kelompok Green School. “Ya , isi juga komposter lainnya ya”, kataku. “Baik Bu..” jawab Adhit sambil bergegas memasukkan  daun kering bersama teman-temannya.  kegiatan hari ini adalah mencacah dan memasukkan daun kering ke dalam komposter untuk kemudian diproses menjadi kompos.
Hari  Kamis ini, seperti di pekan-pekan sebelumnya adalah agenda rutin kegiatan Green School di sekolah kami. Kelompok kecil  beranggotakan 30 siswa yang bertekad sebagai motor penggerak peduli lingkungan, mencoba mencari solusi atas segala tanya :
Ketika melihat sampah..”ahh sampah”…..apakah  hanya sekedar sampah, tak berguna, tak ada manfaat karena tak ada usaha tuk mengolahnya, padahal disaat yang sama kita kesusahan mencari tempat  penampungan sampah  dan tak ada yang kuasa membendung sampah setiap harinya.
Ketika sungai-sungai berubah warna dan ikan berenang di sungai hanya sekedar cerita kita di masa lalu. Kualitas lingkungan yang semakin menurun tersebab  oleh polusi, hujan asam, pestisida dan pembalakan liar hingga cadangan air bersih yang semakin berkurang. Adakah terbersit dalam pikiran kita  untuk sedikit peduli dan mencari solusi.. atau hanya menjadi informasi yang sejenak melintas, menguap, tak mampu terekam oleh memori kita dan tak mampu menggerakkan tangan kita.

Mengumpulkan daun kering,   memilah sampah, membuat lubang biopori adalah kegiatan sederhana yang membuat kita tetap membumi, berpijak di atas tanah, menyadarkan tentang hakikat kita sebagai pemelihara alam  dan kemana kita akan kembali.
Peduli bisa di mulai dari rumah dan  sekolah dengan hal yang sederhana, membawa bekal air minum dengan botol  guna mengurangi limbah botol air mineral, atau bersepeda ke sekolah bila jaraknya dekat untuk mengurangi polusi sekaligus berolah raga.
Dalam buku GreenDeen yang ditulis oleh seorang muslim Amerika - Ibrahim Abdul-Matin menyatakan  bahwa Islam adalah agama yang paling peduli terhadap keselamatan lingkungan,  kita disunahkan untuk mengambil makanan yang terdekat, secara tersirat mengandung pesan  janganlah kita terlalu tergantung dengan impor dari bangsa lain, selain mengusahakan agar mampu memenuhi kebutuhan bangsa sendiri, mengurangi impor juga bermakna turut serta dalam penyelamatan lingkungan. Kapal laut pengangkut komoditas adalah salah satu penyumbang polusi terbesar di muka bumi karena penggunaan bahan bakar  yang sangat boros.

Penghijauan sebagai sedekah oksigen bagi bumipun sangat dianjurkan dalam Islam. Rosulullah SAW bersabda : “ Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya” (H.R Bukhari). Bahkan begitu pentingnya menanam dalam Islam, dianjurkan  menanam bibit meskipun kiamat akan terjadi. “ Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma, maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat, maka hendaklah dia menanamnya” (HR. Imam Ahmad).    Begitu juga pesan tentang air, agar kita berhemat dalam berwudhu. Islampun memandang mulia perilaku hidup bersih, hingga kebersihan menjadi indikator bagi kesempurnaan iman seseorang.
Program Adiwiyata dari Kementrian Lingkungan Hidup yang diteruskan oleh Dinas Lingkungan Hidup di tingkat Kabupaten memberi secercah harapan tentang usaha penyelamatan dan kepedulian lingkungan oleh warga sekolah. Memandu sekolah melalui program yang  meliputi : kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, sarana prasarana serta kegiatan berbasis partisipatif . Verifikasi berkala sebagai motivasi bagi warga sekolah untuk senantiasa menjaga lingkungan. Kolaborasi sekolah, masyarakat dan didukung oleh pemerintah tentunya menjadi pilar pembangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sebagai khalifah kita mendapatkan amanah yang begitu mulia, menjaga bumi dan hidup selaras dengan alam agar tercipta keseimbangan.***