Senin, 02 Oktober 2017

Semangat Hijrah



Jumat, 22 September 2017 siswa dan guru Fajar Hidayah Kota Wisata mengadakan pawai Muharram mengelilingi sekolah dan komplek sekitar perumahan Kota Wisata. Pawai kami maknai sebagai syiar Islam sekaligus mentransformasi paradigma tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Masing – masing diri kita tentunya memiliki latar belakang   untuk berhijrah, bisa karena pekerjaan, lingkungan,atau pendidikan, yang orientasinya adalah untuk lebih  mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman, "Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan jalan keluar yang banyak (atas urusan-urusan yang ia tinggalkan). Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah ke pada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah ditetapkan pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS an-Nisa [4]: 100)

 Menjadi seorang guru, penulis merasa “everyday is a new day” karena setiap harinya kita menchallenge hal baru, mulai dari mendesain proses pembelajaran yang kreatif dan fun, menjaga agar suasana kelas kondusif dan nyaman , dan selalu siap untuk menjadi tempat curahan perasaan siswa.
Mendalami makna hijrah bagi seorang pendidik  salah satunya adalah dengan terus mengupgrade  4 kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh seorang guru, yakni : profesional, sosial, kepribadian serta pedagogis. Melalui 4 kompetensi yang harus dicapai bermakna, untuk menjadi seorang guru, selain mengajar kita harus terus belajar. Mengembangkan potensi siswa juga potensi diri serta terus memperluas spektrum kebermanfaatan bagi orang lain.   
Berhijrah menuju kebaikan secara berkesinambungan demi mendidik tunas bangsa mencapai keberhasilan adalah tugas mulia bagi para pengemban amanah.***





Senin, 25 September 2017

Weekly 3rd September – Activity










Pemimpin Masa Depan



Selasa - Rabu, 18-19 September 2017 siswa SMP dan SMA mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Gadog, Puncak, Jawa Barat. LDK diikuti oleh siswa kelas 7, 10 serta siswa baru yang belum mengikuti LDK.
Kegembiraan diiringi gelak tawa siswa menyambut kehadiran penulis ke lokasi LDK.  Rupanya sedang berlangsung games kompetisi  mencari koin di dasar kolam dan mengisi air di pipa berlubang secara beregu. Kerja sama dan kekompakan tim diuji disini, untuk mau merendahkan ego, meninggikan pengorbanan demi mencapai tujuan bersama.
Setelah shalat Maghrib peserta menyimak materi kepemimpinan yang disampaikan Pak Saefullah kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya. Setelah shalat Isya, penulis berkesempatan menyampaikan materi tentang lanjutan kepemimpinan.
Menampilkan figure pemimpin dunia, seperti Erdogan, Nelson Mandela dan Muhammad Al Fatih cukup memberikan contoh sebagai pemimpin yang layak ditiru. Keberanian, kebijaksanaan, rela berkorban dan sikap pantang menyerah adalah karakter yang melekat pada diri seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin tak perlu menunggu tua. Seperti Al Fatih yang mampu menaklukkan Konstantinopel dalam usia yang masih sangat muda.
Karakter pemimpin perlu dbangun pada diri siswa sejak usia dini.  Berkarakter pemimpin ibarat memiliki pondasi yang kokoh, tak mudah goyah oleh hantaman badai sekalipun. Menanamkan  prinsip hidup adalah bekal utama agar tak mudah mengikuti arus modernisasi dan globalisasi yang belum tentu memberikan manfaat dan mengandung nilai kebenaran. 
Rangkaian kegiatan LDK mengupayakan siswa untuk percaya diri, komunikatif, pandai bersosialisasi serta mampu mengelola emosi sebagai pengembangan soft skill yang akan sangat diperlukan untuk terjun ke masyarakat nantinya.
Kita diharapkan mampu membaca tantangan yang akan dihadapi oleh para tunas bangsa di masa mendatang. Bimbingan dan arahan yang kita berikan untuk mereka (baca : siswa) sebagai generasi masa depan seyogyanya sesuai dengan era yang akan mereka hadapi. Seperti yang dikatakan Ali bin Abi Thalib RA : “Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena ia hidup di jaman yang berbeda dengan jamanmu”. Berkarakter pemimpin adalah pijakan utama untuk menapaki tangga kesuksesan .***  

Senin, 18 September 2017

Weekly Activity : September 2nd











Pendidikan Abad 21


Abad 21 identik dengan kemajuan teknologi,  arus informasi begitu mudah diakses   betapa dunia serasa dalam genggaman.  Kemajuan teknologi mencerminkan kemajuan pendidikan suatu bangsa. Kemudahan mengakses informasi  sangat membantu pekerjaan kita sehari-hari, begitu pun dengan kegiatan belajar dan mengajar. Beragam ilmu yang hendak kita ketahui tersedia setelah kita ketikkan kata kuncinya. Namun kemudahan mengakses informasi ibarat pisau bermata dua. Bila tak arif dalam menggunakannya bisa menjadi bumerang bagi diri kita.
Hal itu tentunya menjadi tantangan bagi kita sebagai pendidik. Sejauh mana peran kita ikut memfilter derasnya arus informasi bagi anak didik kita. Menjadikannya (baca: kemajuan teknologi) bermanfaat bagi mereka. Salah satunya adalah dengan membangun mentalitas dan kepribadian anak didik kita. Mentalitas yang kuat serta berkeribadian adalah pondasi utama membangun generasi  insan kamil, sehingga mereka mampu memilih dan memilah informasi yang bermanfaat dan yang tidak.

Desain pendidikan abad 12 adalah mencetak generasi  yang kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, memiliki kemampuan literasi, kecakapan hidup serta berkarakter. Persaingan global yang semakin kompetitif membutuhkan sumber daya yang terampil, berkarakter, serta berwawasan global. Kemajuan teknologi saat ini membuat jarak antar wilayah semakin boarderless  sehingga mendekatkan hubungan antar negara, menjalin kerjasama membangun peradaban demi kesejahteraan bersama. Di latar belakangi hal tersebut, Jumat, 15 September 2017 Fajar Hidayah melaunching program kelas internasional bekerja sama dengan International Islamic College (IIC ) Malaysia, yakni college dari Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) atau Universitas Antar Bangsa.
Melalui program ini memungkinkan siswa untuk kuliah tanpa harus menunggu lulus SMA. Bagi siswa yang telah berusia 16 tahun dapat mendaftar menjadi mahasiswa IIC. Sebagai pengenalan kepada siswa, Jumat, 15 Sept 2017 dibuka trial class bagi siswa yang berminat. Siswa cukup antusias  mengikuti trial class bahasa Inggris yang diampu oleh dosen dari IIC Malaysia, Madam Mel. Jurusan yang dibuka untuk kelas internasional tahun ini adalah Business Administration.

Ada beberapa hal yang menjadikan kelas internasional IIC patut dipertimbangkan sebagai pilihan ,
  1. Islami, kurikulumnya memuat materi keislaman sebagai penguat keimanan siswa.
  2. Hemat usia, di usia 16 tahun siswa sudah kuliah melalui program parallel double degree, sehingga penyelesaian S1 dan seterusnya relatif lebih cepat.
  3. Hemat biaya, keberadaan kelas internasional IIC di Fajar Hidayah Kota Wisata menghemat living cost.
  4. Berwawasan global, materi kuliah yang disampaikan  dalam bahasa Inggris akan meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris sebagai bekal  untuk terjun dalam kancah internasional.


Terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi tunas bangsa adalah tanggung jawab bersama.***

Senin, 04 September 2017

Activity Class – August 5th Weeks



Pembinaan
dari Dinas Lingkungan Hidup Prov Jawa Barat
Demo pemilahan sampah organik dan non organik -



Pembinaan Persiapan Verifikasi Adiwiyata Nasional
Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab Bogor & Prov Jawa Barat


Kunjungan DLH Provinsi ke Katering Fajar Hidayah




Learning Activity :
Pembuatan Spektroskop Fisika



“Education is the most powerful weapon
We can use to change the world”
- Nelson Mandela-