Senin, 20 Maret 2017

Sekolah Unggulan


Kalau ada yang bertanya sekolah unggul sekolah yang bagaimana? Apa kriterianya? Menarik memang,  karena sekolah unggulan adalah sekolah yang senantiasa menjadi rebutan ( memiliki daya saing yang tinggi) para siswa dan orang tua.
Namun kalau kita mau sedikit jeli memperhatikan, rata-rata sekolah unggulan yang ada disekitar kita adalah sekolah yang siswanya unggul dalam bidang akademis. Proses seleksinya juga hampir 100% akademis, misalnya mensyaratkan  batasan  nilai  hasil UN.
Sekolah unggulan juga biasanya dalam proses pembelajarannya lebih memprioritaskan kecerdasan akademis, tak heran bila sekolahmya memiliki segudang prestasi olimpiade.  Bahkan tak jarang anak-anak Indonesia menjuarai olimpiade internasional.
Namun pertanyaannya adalah mengapa bangsa kita sangat minim dalam hasil karya, mengapa bangsa kita lebih terkenal sebagai user, dan mengapa kreativitas bangsa kita begitu rendah.
Rata-rata anak-anak menghabiskan waktu pendidikannya kurang lebih selama 12 tahun selama di SMA bila ditambah S1 menjadi 20 tahun. Waktu yang cukup lama , hampir sepertiga rata-rata umur manusia saat ini.
Adakah yang salah dengan pendidikan kita? Mungkin sudah saatnya kita mengevaluasi sistem yang kita jalankan selama ini.
Setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kelebihan masing-masing. Salah satu  makna pendidikan adalah mampu mengoptimalkan bakat yang dimiliki oleh peserta didik. Howard Gardner mengungkapkan melalui teorinya Multiple Intelligence ada 9 kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, yaitu : kecerdasan logis-mathematis, bahasa, spasial, spiritual, musikal, natural, visual, interpersonal, dan intrapersonal.
Keberagaman bakat yang mereka miliki  berimplikasi pada kebutuhan metode pembelajaran yang bervariasi, dan ini adalah tanggung jawab kita sebagai seorang pendidik.
Memfasilitasi gaya belajar siswa dengan metode yang sesuai tentunya akan meningkatkan pemahaman sekaligus membuat siswa menikmati proses pembelajaran.
Misalnya siswa kinestetis akan sangat mahir dalam praktikum di laboratorium, siswa yang visual teroptimalkan pemahamannya bila media pembelajannya menampilkan gambar, siswa dengan kecerdasa bahasa akan tertantang bila diberi kesempatan untuk presentasi dan masih banyak lagi.
Kembali ke sekolah unggulan, menurut saya akan lebih bijak bila salah satu kriterianya adalah unggul dalam metode pembelajarannya. Mampu melihat bakat dan potensi masing-masing siswa kemudian mengoptimalkannya. Keunikan yang dimiliki oleh siswa menjadi sumber inspirasi kita untuk menjadi guru yang lebih kreatif.

Sekolah unggulan juga bermakna bukan hanya inputnya yang unggul, bukan hanya 1 kecerdasan (red: akademis) saja yang diasah, namun kecerdasan lainnya yang telah tertanam dalam diri siswa dapat ditumbuhkembangkan oleh sekolah.
Sekolah unggul juga bermakna pendidiknya berkualitas unggul, pendidik yang senantiasa haus ilmu dan mau terus belajar, never stop learning, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh UNESCO tentang 4 pilar pendidikan :
  1. Learning to know
  2. Learning to do
  3. Learning to be
  4. Learning to live together


Tidak ada komentar:

Posting Komentar